Busungkan Dada Lupakan Amanah



LENSAPEWARTA.COM, INSPIRASI -Banyak orang yang berkeinginan dan mampu menjadi pemimpin, namun tidak semua orang dapat menjadi pemimpin yang amanah, berwibawa, tegas, mumpuni dan menjadi suri tauladan bagi masyarakat yang dipimpinnya.Begitupula dengan janji yang terucap saat orasi mendapatkan dukungan dalam pemilihan, seribu bahkan sejuta janji terucap tanpa sadar jika apa yang diucapkan kelak dipertanyakan saat dirinya menjabat.

Sungguh miris, entah kondisi jaman yang sudah terlalu tua atau memang manusianya yang sudah renta,janji yang dulu diucapkan untuk diagungkan dan dimuliakan kini seakan luntur mengalir tak jelas arah. Jati diri tertutupi terbungkus rapi tak lagi tersimpan dengan rapi, bahkan justru semakin membusungkan dada dan berdiri tegap dengan sikap bagai kelas kakap.
Hal ini banyak kita lihat dan rasakan hingga di wilayah pedesaan, keberadaan legalitas sebagai pemimpin sering dianggap sebagai alat perputaran uang bukan lagi berdasarkan amanah. Mereka seolah tak lagi ingat dengan janjinya, lupa hingga padatnya jadwal membuat otak berputar seratus derajat.
Kini masyarakat awam hanya dapat mengelus dada dan berbisik diantara tetangga dekat, luapan komentar mereka tak lagi murni sebab takut diinterogasi.

Inilah yang menjadi rintangan dalam pembaharuan di saat pemimpin tak lagi amanah,berjalan dengan membusungkan dada bersikap acuh seakan memancing keruh. Jika kita tahu apa yang diingini masyarakat tak lagi dan tak lain hanyalah adanya pembaharuan kemakmuran dan kesejahteraan dari pemimpin yang amanah.***RED // Penulis. Cahyo Nugroho //