Ketua Persit KCK Cabang XXII Dim 0712/Tegal menghadiri upacara peringatan Hari Ibu ke-89 di Kota Tegal
LENSAPEWARTA.COM, TEGAL - Jum'at (22/12 /2017 ) pukul 08.40 s.d. 09.35 WIB bertempat di Gedung Adipura Kompleks Balaikota Jl. Ki Gede Sebayu Kel. Mangkukusuman Kec. Tegal Timur Kota Tegal telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-89 Kota Tegal Tahun 2017 dengan tema Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya sebagai Inspektur Upacara Plt. Walikota TegalDrs. H.M. Nurshole, M.MPd, Perwira Upacara Serma Ttu/W Yetti Kurniasih (Jalasenastri Kota Tegal) Komandan Upacara Sertu Apw/W Ika Nilasari (Lanal Tega), dihadiri lk 150 orang
Upacara Hari ibu di hadiri, Kasdim 0712/Tegal Mayor Inf Sugihartono, mewakili Dandim 0712/Tegal, Kapolsek Tegal Timur Kompol H.Moch. Syachri, SH mewakili Kapolres Tegal Kota, Plt. Sekda Kota Tegal Drs. Yuswo Waluyo, Ka Uryar Lanal Tegal Lettu Laut (S) M. Jaenuri, Staf Ahli Walikota, Asisten dan Pimpinan OPD Kota Tegal,Ketua Penggerak PKK Kota Tegal Endang Nursholeh,Kanit PPA Polres Tegal Kota Aiptu Rusyani, Ketua Persit KCK Cab XXII Dim 0712/Tegal Suci Kristiyanto,Ketua Gerakan Organisasi Wanita Kota Tegal Dewi Umaroh Tohari, Ketua Dharma Wanita Kota Tegal Deby Fioreza Abdal Hakim Tohari Camat dan Lurah se-Kota Tegal
Dalam laporanya, Ketua Gerakan Organisasi Wanita Dewi Umaroh,”melaporkan bahwa Peringatan hari ibu hendaknya digunakan untuk merefleksi diri tentang berbagai upaya untuk mengintensifkan berbagai kegiatan organisasi kewanitaan.
Tahun ini ada beberapa pesan dari Kementrian pemberdayaan perempuan pada peringatan hari ibu yakni Mengakhiri kekerasan terhadap anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan perempuan.
Peringatan hari untuk mengimplementasikan nilai luhur atas perjuangan kaum perempuan untuk memperjuangkan dan mengisi pembangunan.
Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof Dr. Yohana Susana Yembise, yang dibacakan oleh Plt. Walikota Tegal sebagai Inspektur Upacara mengatakan,” Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.
Peristiwa ini sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya, baik di dalam dan luar negeri. Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.
Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.
Momentum Hari Ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kita semua, tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.
Perjalanan panjang selama 89 tahun, telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki dalam menghadapi berbagai tantangan global dan multidimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.
Arti penting lainnya dari PHI adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk Bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan, dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.
Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara di dalam mencapai tujuan negara serta di dalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan hukum. Perempuan dan laki-laki juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama, sebagai sumberdaya pembangunan sebagaimana target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang maupun tujuan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2030.(Pendim Tegal)
