LENSAPEWARTA.COM, - Baiknya kita tahu apa yang akan kita lakukan sebelum kita bermedsos, sebab media sosial bisa menjadikan kita terjerembab terjerat UU ITE bisa pula menjadikan peningkatan derajat,menambah penghasilan dan manfaat lainnya,bahkan keretakan hingga perceraian dalam rumah tangga pun bisa terjadi, sadar tak sadar kita harus memahami terlebih dahulu agar saat bermedsos kita dapat melakukan dengan Bijak dan tak men Dewa kan medsos dalam berkehidupan.
Sosial Media (Sosmed) adalah suatu bentuk aplikasi yang di buat dari berbagai delevopment / pengembang perusahaan yang berbeda dan dengan pencipta yang berbeda, yang terus ada suatu pembaharuan dari sosial media itu atau bisa di sebut sosmed, sosmed rata-rata di gunakan oleh masyarakat umum yang ada di Negara Indonesia ini, bahkan mayoritas di gunakan oleh kalangan remaja dan dewasa, sampai anak-anak juga menggunakan sosmed, yang trend nya lagi tidak kalah orang tua juga tidak ketiggalan gaul untuk menggunakan sosmed, sosmed mempunyai nama yang berbeda-beda , rata-rata sosmed menghubungkan orang yang berada di bumi, bukan hanya orang Indonesia berhubungan dengan orang Indonesia saja tetapi juga terjadi antar orang Indonesia dengan orang luar negeri.
Menurut · Mark Hopkins (2008) – Sosial media adalah istilah yang tidak hanya mencakup berbagai platform Media Baru tetapi juga menyiratkan dimasukkannya sistem seperti FriendFeed, Facebook, dan lain-lain yang pada umumnya dianggap sebagai jejaring sosial. Idenya adalah bahwa berbagai platform media yang memiliki komponen sosial dan sebagai media komunikasi publik. (Pakar Komunikasi)
Sosmed ini rata-rata cara kerjanya adalah dalam bentuk pengiriman pesan dari orang 1 ke orang yang lain dan tanpa di batasi ruang dan waktu, dengan kata lain saling berinterkasi dan bersosialisasi secara online. Dan dalam menggunkan sosmed ini di butuhkan yang namanya kouta (sejenis pulsa), kalau kouta itu habis maka sosmed tersebut tidak bisa di gunakan untuk berhubungan.
Banyak macam sosmed di negeri ini, Facebook, Instagram,Twitter dan sebagainya, tinggal kita memilih mana sasaran yang tepat dan mana sosmed yang kita sukai, namun pada kenyataannya sebagian orang menganggap sosmed menjadi seperti Dewa..seakan tanpa bersosmed hidup mereka hampa, terasa sepi.
Interaksi demi interaksi dalam hitungan detik tercipta, hingga hujat menghujat sampai curhat serta keluh kesah cinta, ketidak puasan terhadap peraturan negeri ini pun terkuras dalam medsos menjadi treding topik. Sepenggal kalimat terlontar tak penuh makna pun bisa menjadi headline , namun sadarilah Nyali mu Keberanianmu bukan di ukur oleh seringnya membuat status, banyaknya like di medsos tetapi dari bagaimana kamu bertanggung jawab dalam berkehidupan…
Pakar komunikasi · Varinder Taprial dan Priya Kanwar (2012) – Media sosial adalah media yang digunakan oleh individu agar menjadi sosial, atau menjadi sosial secara daring dengan cara berbagi isi, berita, foto dan lain-lain dengan orang lain. (Baca : Teknik Dasar Fotografi – Macam-macam Komposisi Fotografi – Macam-macam Lensa Kamera)
· B.K. Lewis (2010) – Media sosial adalah label bagi teknologi digital yang memungkinkan orang untuk berhubungan, berinteraksi, memproduksi, dan berbagi isi pesan. (Baca : Psikologi Komunikasi)
Kini dunia bermedsos bukan lagi sekedar iseng namun menjadi kebutuhan pokok, dari mulai bangun tidur sampai matahari terbenam sebagian orang yang gandrung dengan medsos tak akan beranjak dari gadget atau handpone, yang terkadang melupakan aktivitas maupun tanggung jawabnya.
Sangat disayangkan begitu bermanfaatnya interaksi didunia medsos hanya digunakan untuk memutus talisilahturahim, hanya untuk melampiaskan nafsu mengikuti ego, bertopeng kewibawaan seakan hanya Ia yang benar, tanpa berpikir masih ada orang dibalik mereka yang lebih mengerti.
Pemerintah dalam mengantisipasi membanjirnya status bertindak tegas menggeluarkan UU ITE serta menghimbau agar bermedsos dengan bijak, menyebarkan informasi dengan benar, tidak merugikan orang lain, serta selalu melakukan periksa untuk kebenaran suatu berita yang didapat dari medsos.
Kini sebagian orang bisa dilihat, setiap langkahnya dalam berkehidupan seakan bagai detak gadget dalam genggaman seolah olah itulah dewa mereka, tanpa itu mereka terasa sulit bergerak, berpikir dan melangkah sebab otak mereka hanya terbayang “semua akan beres, cukup bikin status”
Ups. Ingat Nyalimu, Tanggung Jawab mu bukan karena medsos tetapi bagaimana kamu melakoni proses berkehidupan...jika saja para pengguna medsos bijak dan cerdas , akan lebih bermanfaat bahkan akan dapat menciptakan pundi pundi uang dalam berkehidupan, tak hanya itu wawasan serta pola berpikir hingga pergaulan akan menjadikan lebih berwibawa..Nah tinggal diri kita bagaimana memilih dan menjadikan Medsos sebagai Dewa atau Manfaat?.(Inspirasi/Red)
