TERBUKTI !! Danau Beko Margasari Bukan Lokasi Wisata.."



LENSAPEWARTA.COM, TEGAL -  (INSPIRASI) Pemerintahan Desa Kecamatan Margasari pernah menghimbau masyarakat agar tidak berwisata di lahan galian penambangan kapur , bekas lahan Galian Kapur di Bukit Kapur Desa Karangdawa menjadi wisata dadakan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar menyebutnya Danau Beko,lahan bekas Galian bukit kapur yang berbentuk sebuah danau dengan kedalaman melebihi 3 meter yang terletak di Desa Karangdawa Kecamatan Margasari kabupaten Tegal.

Wisata yang pernah booming dan viral di media sosial memang memiliki pemandangan sangat mempesona,bahkan pengunjung yang datang ke lokasi tersebut banyak berasal dari wilayah lain,pesona dan pancaran ke indahan yang disajikan justru sebenarnya membuat para pengunjung ekstra berhati hati serta waspada.

bahkan tahun tahun lalu  lahan wisata dadakan menelan korban jiwa, dua anak remaja berusia 16 ke atas meregang nyawa akibat tenggelam di lahan tersebut. Akibat kejadian tersebut pihak pemerintah serta pengusaha pemilik penambangan memasang plang yang berisikan Larangan berkunjung ke area penambangan dan larangan untuk tidak renang di lokasi tersebut.

Namun entah disengaja atau tidak spanduk bertuliskan larangan yang terpasang di gerbang masuk hingga di sekitar lahan Danau beko, justru dilanggar seakan akan menjadi penghias bukit. Hingga kini lahan wisata dadakan tersebut masih di datangi masyarakat tanpa mengindahkan larangan yang terpampang jelas.

Fenomena memang hanya ingin berfoto mereka berani mempertaruhkan nyawa dengan mengindahkan larangan yang ada,sementara itu pihak pemerintah serta pengusaha penambangan seharusnya mengantisipasi hal tersebut dan menghimbau bagi masyarakat yang hendak berkunjung agar tidak ada korban jiwa lagi sebab area tersebut sebenarnya bukan tempat wisata melainkan area galian penambangan dan berbahaya bagi masyarakat apabila memasuki area tersebut.

Nah kini memasuki akhir tahun wisata danau beko yang sempat viral tak lagi menjadi tontonan menarik, hal in dikarenakan masyarakat mulai sadar jika lokasi tersebut sangat berbahaya dikarenakan lokasi penambangan batu kapur yang banyak lalu lalng kendaraan besar seperti truk. (Red//CN)