LENSAPEWARTA.COM, BREBES – Berita buruknya pelayanan kesehatan di puskesmas Sidamulya kecamatan Wanasari yang muncul diberbagai media Online - Cetak dan Elektronik terkait kasus pelayanan terhadap salah satu warga di desa sidamulya yang sampai menimbulkan luka yang sangat dalam bagi seorang ibu yang dengan berat hati harus kehilangan anaknya yang masih bayi minggu (10/12), ternyata membuat Bupati Brebes Geram.
Kejadian tersebut merupakan pukulan telak, pasalnya Bupati Brebes baru menerima penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementrian Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Solo, hal inilah yang membuat Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan tegas menekankan kepada Kepala Puskesmas dan Petugas loket pendaftaran agar mendahulukan penanganan kasus Gawat Darurat di bandingkan urusan administrasinya, agar kasus seperti Icha tidak terulang kembali akibat orang tua tak membawa identitas,” tegasnya.
Selain melakukan kunjungan kerja ke puskesmas Desa Sidamulya mengecek kinerja para pelayaan masyarakat, Bupati Brebes juga menegur keras dengan memberikan sangsi tegas pemindahan atau mutasi kepada pihak yang bertanggung jawab di puskesmas tersebut, tak hanya itu Bupati Brebes juga melakukan kunjungan kekediaman Ny Emi orang tua bayi yang meninggal guna menyampaikan permintaan Maaf dan berbelasungkawa, (12/12)
Bahkan melalui akun twitter yang dimiliki oleh pemerintah Dinas Komunikasi dan Informasi Statistik Kabupaten Brebes @pemkab_brebes, Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan maaf nya kepada masyarakat Brebes dan segera akan menindak tegas bawahannya yang tak mau atau engan melayani masyarakat terlebih lagi mengutamakan administrasi ketimbang nyawa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sri Gunadi, M.Kes yang sudah berkoordinasi dengan Bupati brebes menegaskan Untuk petugas loket yang telah bertindak tidak sesuai SOP telah kami lakukan tindakan sangsi tegas berupa teguran keras dan memindah tugaskan ke bagian lain yaitu Tata Usaha. (sumber photo Instagram Dinkominfotik Brebes) (Red** Cah)
