LENSAPEWARTA.COM, SLAWI - Sebanyak 50 aktifis dan relawan SLKT/GST dari seluruh korwil se Indonesia nampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah milik Yayasan Gerak Sedekah Tegal (GST). Senin 1 Januari 2018, di Dukuhwringin Slawi.
Rencananya pembangunan gedung tersebut adalah 2 lantai, dengan luas tanah sekitar 240 meter yang berfungsi sebagai rumah singgah sekaligus sekretariat Yayasan GST. Rumah singgah tersebut disamping sebagai tempat singgah sementara bagi warga yang membutuhkan juga akan digunakan juga sebagai tempat pelatihan ketrampilan gratis bagi pemuda yang membutuhkan pekerjaan dalam hal ini GST akan bekerja sama dengan Dinas Sosial.
Wildan Hermawan, Ketua SLKT/GST mengatakan bahwa biaya pembangunan tersebut berasal dari para donatur baik dari Tegal maupun dari luar Tegal diantaranya warga Tegal yang sedang bekerja bahkan luar negeri.
Dana yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut hampir 1 milyard, dengan bangunan 2 lantai beserta fasilitas pendukungnya.
Nurhayati, Kepala Dinas Sosial Kab Tegal lewat kasi sarana dan prasarana lembaga sosial, Joko Priono mengatakan bahwa Pemerintah membutuhkan peran serta masyarakat dalam membantu persoalan kemanusiaan yang ada di Kab Tegal, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, perlu dukungan dari lembaga lembaga sosial lainnya, baik itu yayasan maupun perorangan. Yayasan GST adalah salah satu lembaga yang paling aktif dalam kegiatan sosial di Kab Tegal, kami sangat apresiasi terhadap keberadaan yayasan GST.
Pembangunan rumah singgah tersebut akan dilaksanakan bertahap, sesuai kemampuan dari keuangan yayasan GST, dan menunggu donasi yang masuk, mudah mudahan bisa selesai paling cepat 3 tahun mendatang, pungkas Wildan Hermawan.(Red/Wil/Tim)

