LENSAPEWARTA.COM- Tahun 2017 usai sudah, kini bergulir ke Tahun 2018 yang dianggap oleh sebagian orang merupakan awal menuju kesuksesan termasuk menuju masyarakat yang makmur, namun tahu kah kita jika ternyata angka kemiskinan berkurang ?
Badan Pusat Stasistik (BPS) tidak menyangkal hal tersebut, hal ini dikarenakan banyak factor yang membuat kemisikinan menjadi turun, dan diharapkan tahun 2018 angka kemisikinan terus menurun, bahkan di wilayah perkotaan mengalami penurunan yang jauh lebih baik.
Seperti di rilis dalam berita kominfo .go.id- Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen), atau berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).
“Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2017–September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebesar 401,28 ribu orang, sedangkan di daerah perdesaan turun sebesar 786,95 ribu orang,” kata Kepala BPS Suhariyanto kepada wartawan di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (2/1) siang
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2017–September 2017 antara lain adalah:
1. Selama periode Maret 2017–September 2017, inflasi umum relatif rendah yaitu sebesar 1,45 persen.
2. Rata-rata upah nominal buruh tani per hari pada September 2017 naik sebesar 1,50 persen dibanding Maret 2017 (dari Rp49 473,- menjadi Rp50213,-). Sejalan dengan itu, upah riil buruh tani per hari pada September 2017 naik sebesar 1,05 persen disbanding Maret 2017, yaitu dari Rp37318,- menjadi Rp37711,-.
3. Upah nominal buruh bangunan per hari pada September 2017 naik sebesar 0,78 persen dibanding Maret 2017, dari Rp83724,- menjadi Rp84378,-. Akan tetapi, upah riil buruh bangunan per hari pada September 2017 turun sebesar 0,66 persen dibanding Maret 2017, dari Rp65297,- menjadi Rp64867,-.
4. Pada periode Maret 2017–September 2017, laju pertumbuhan beberapa harga komoditi pangan cukup terkendali.
Beberapa faktor ini lah yang menjadikan sumber bagi BPS, jika factor factor tersebut sangat berpengaruh bagi turunnya angka kemiskinan. Tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia sejak kemerdekaan adalah mewujudkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia (Red**/ foto dok VOA Indonesia)
