LENSAPEWARTA.COM, BANYUMAS - Seorang anak penderita polio
Muhammad Dian (10), putra ibu Mahyuni dan Narto alias Narko warga RT.1 RW.5
Kel.Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas, sejak 10 Tahun lalu menderita
polio, namun kini dibawa TNI untuk menjalani pengobatan medis di Rumkit TK-III
04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto, Senin (8/1).
Muhamad asal Purbalingga, lahir dengan kondisi sehat seperti
anak-anak yang lain. Namun, pada usia 4 bulan setelah ia diberi imunisasi oleh
salah satu RS yang menangani kelahirannya, ia mengalami panas demam dan kejang.
Sementara menurut Ibu Mahyuni, dirinya pernah membawa
putranya langsung ke RS, namun karena
kondisi RS kelengkapannya belum memadai, dirujuk ke RS yang lebih memadai. Sama
halnya dengan RS yang kedua sebagai RS rujukan diwilayah Purbalingga, anaknya
kemudian dirujuk ke RS Margono Sukarjo Purwokerto, ujarnya
Selanjutnya dirinya juga menerangkan jika diagnosa RS
Margono Sukarjo, anaknya harus di operasi karena dari hasil CT
Scan ada
gangguan di fungsi motorik otak anaknya.
Mengingat ia tidak mempunyai biaya, sementara ia dan anaknya
belum memiliki kartu jaminan kesehatan maupun yang lainnya, ia urungkan niatnya
untuk anaknya dioperasi. Ia hanya mampu mengobati anaknya rawat jalan walaupun
harus mencari biaya kesana kemari untuk mengobati putranya tersebut. .
Bahkan Narto alias Narko bapak sambung dari Muhammad yang
kesehariannya mencari nafkah serabutan demi menghidupi keluarga barunya dengan
mencari barang bekas dan menyambi sebagai tukang becak di seputaran bioskop
Rajawali Purwokerto, demi menghidupi keluarga, ia rela mencari barang bekas
sebagai pemulung di tempat ia mangkal sebagai tukang becak. Tak
tanggung-tanggung, isterinyapun dan kerap membawa anaknya yakni Pria Muhammad
Dian turut serta memungut barang bekas di Bioskop Rajawali seusai bioskop berhenti
memutar film. Bukan siang, namun tengah malam ia lakukan bersama isteri dan
anaknya tersebut. Sembari memomong Pria anaknya di becaknya, ia dan ibu Mahyuni
mencari tumpukan barang-barang bekas di pelataran bioskop, terangnya.
Ibu Mahyuni,
merupakan seorang ibu yang tabah dan gigih demi sang buah hatinya, ia sudah
berusaha dan berupaya maksimal untuk mengobati dan menyembuhkan anaknya, baik
di medis maupun alternatif. Namun karena kondisinya dan keluarga yang tidak
mampu, akhirnya iapun berpasrah diri terhadap perkembangan kesehatan.(RED**)

