Brebes - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengingatkan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk maksimal dalam melayani kesehatan masyarakat, tanpa pandang bulu. seperti pasien belum ikut BPJS, hendaknya jangan langsung ditolak karena Pemerintah Kabupaten Brebes masih menyediakan dana untuk pelayanan kesehatan dengan persyaratan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ujarnya
Hal ini disampaikan saat mengukuhkan Kepala Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, Jumat (28/6).
Selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya resiko kesehatan. Buktikan kalau Pemerintah selalu hadir ditengah tengah masyarakat, tanpa terkecuali. Kepercayaan masyarakat harus bernar benar terwujud pada pelayanan dan fasilitias kesehatan pemerintah.
Menurut Idza, peran kesehatan sangat strategis dalam pembangunan daerah. Bila masyarakat mengalami kendala kesehatan otomatis masyarkat terganggu sehingga tidak bisa berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara.
Dalam melayani kesehatan masyarakat, kata Idza, posisikan diri sebagai tenaga profesional yang ikhlas seperti pejuang tempo dulu. Dari bidang kesehatan sebernarnya banyak tugas yang diemban, atara lain, bila kesehatan baik maka ada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Selain itu, bupati juga berpesan agar Kepala Puskesmas turut menurunkan angka kematian ibu dan anak serta penanganan stunting yang angkanya masih tinggi.
Sementara Kepala BKPSDMD Brebes Sutrisno menjelaskan, sebanyak 21 Kepala Puskesmas yang dikukuhkan dari 38 Puskesmas yang ada di Kabupaten Brebes. Pengukuhan berdasarkan pada Keputusan Bupati Brebes nomor 821.2/509 tahun 2019 tentang pemberhentian dan penetapan Kepala Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.
Ke-21 orang diantaranya Kepala Puskesmas yang dikukuhkan yakni, dr Edi Junaedi sebagai Kepala Puskesmas Tanjung, dr Bambang Wahyu Widodo (Banjarharjo) dr Tambah Raharjo (Kersana), dr Sigit Arumtara MKes (Larangan) dr Moh Fuad (Kluwut), Heru Padmonobo MKes (Brebes), dr Apriono Edy Prihanto (Jatibarang), dr Sandy Wahap MKes (Kaligangsa), dr Arlinda Rosmelani (Klikiran), dr Agus Nawawi (Sidamulya) Sukamdi MKes (Pemaron) Sri Wahyuni SKM (Jagalempeni) dr Aris Setiawan (Kecipir), Mardiyah SKM (Kemurang Wetan), dr Sugiantoro Mkes (Bojongsari), dr Ely Hikmawati (Bantarkawung), dr Hery Agung Prasetya (Winduaji), dr Mudrikah (Kaliwadas), dr Edy Hartono MKes (Bentar), Karta Atmanagara SKM (Salem), dan dr Riana Harsana sebagai Kepala Puskesmas Bandungsari. (***)
