Slawi - Berbicara mengenai situs budaya, maka tidak akan terlepas dengan istilah warisan budaya yang dapat juga disebut “pusaka budaya.” Warisan budaya ini dapat berupa benda yang dapat diindera dengan mata dan tangan, atau sebaliknya warisan budaya tak benda. Ke semuanya itu adalah proses kedalaman buah budi dan buah pikir adiluhung bangsa Indonesia.
Warisan budaya benda adalah warisan budaya yang bisa diindera dengan mata dan tangan, misalnya berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar kita. Contohnya adalah candi-candi, arsitektur kuno, keris, kawasan bersejarah, dan lain-lain.
Di wilayah Kabupaten Tegal Jawa Tengah dengan kondisi 18 Kecamatan menaungi ratusan desa, sejatinya ada banyak warisan budaya yang tersimpan, mungkin pula belum banyak tergali, namun dari beberapa situs di kabupaten Tegal Musium Semedo yang masih menjadi ikon saat ini.
Menurut Samet yang biasa disapa akrab dengan panggilan Slamet Gelang merupakan seorang pemerhati budaya asal Kabupaten Tegal saat ditemui, Jumat (28/06) disalah satu rumah makan mengatakan, sejatinya di Kabupaten Tegal banyak tersimpan warisan budaya, dari mulai makam yang dituakan hingga peninggalan bersejarah, paparnya
Ia mengakui kurangnya kepedulian generasi muda di kabupaten Tegal untuk menggali nilai nilai sejarah menyebabkan putusnya kearifan melestarikan warisan budaya, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah (Pe eR) bagi pemerintah daerah, bahkan jika perlu membentuk tim personil khusus budaya yang melibatkan berbagai unsur elemen maupun lembaga lingkungan hidup.
Selain itu Ia juga berharap adanya kepedulian pemerintah desa dari Hulu hingga hilir di kabupaten Tegal lebih melestarikan warisan budaya, dikarenakan terkadang wilayah yang memiliki nilai sejarah berpotensi untuk dikelola menjadi wisata desa sekaligus dapat memberdayakan sumber daya manusia di sekitar.
Bahkan menurutnya masih banyak situs budaya, seperti halnya keberadaan makam tua bersejarah maupun situs lain bersejarah di desa desa wilayah Kabupaten Tegal yang belum terdata olehnya, hal ini dikarenakan jarak tempuh antar desa serta minimnya dukungan dalam mensosialisasikan terkait pelestarian warisan budaya. (cahyo)
